Tulungagung – Keceriaan terpancar dari wajah para santri TPQ Nurul Ilmi, Dusun Bantengan, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, ketika menerima mushaf Al-Qur’an baru yang dibagikan oleh LAZNAS Al Irsyad Tulungagung. Penyaluran ini merupakan bagian dari program Sedekah Qur’an, sebuah gerakan mulia untuk memperluas akses masyarakat khususnya generasi muda dalam mendalami Al-Qur’an.

Suasana penuh kehangatan begitu terasa. Para santri tampak antusias membuka lembaran mushaf baru, sementara para pengajar menyampaikan rasa syukur mendalam atas bantuan yang sangat berarti ini. Bagi TPQ yang berada di pelosok desa, tambahan mushaf benar-benar menjadi penopang utama dalam aktivitas belajar mengaji sehari-hari.
Direktur LAZNAS Al Irsyad Tulungagung, Ustadz Prastiyo, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari partisipasi para muhsinin.
“Alhamdulillah, kami senang bisa menyampaikan amanah dari para muhsinin. Mushaf ini bukan sekadar kitab, tetapi cahaya yang menuntun anak-anak kita menuju jalan kebaikan. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk para muhsinin. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak, agar program ini dapat menjangkau lebih banyak pesantren, TPQ, dan madrasah, baik di Tulungagung maupun di daerah lain,” ujarnya.

Masih banyak TPQ dan pesantren di pedesaan yang kekurangan mushaf layak pakai. Melalui program sedekah Al Qur’an LAZNAS Al Irsyad berperan sebagai jembatan kebaikan antara para muhsinin dan penerima manfaat, sehingga terwujud sinergi yang penuh berkah.
Salah seorang Ustadz TPQ Ilmi, Ustadz Ahmad juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, mushaf baru ini membawa semangat tersendiri bagi para santri. “Alhamdulillah, mushaf ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi lebih bersemangat belajar. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dengan pahala berlipat,” ucapnya penuh harap.
Dengan dukungan masyarakat, LAZNAS Al Irsyad Tulungagung berkomitmen terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memperkuat nilai spiritual umat. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan, diharapkan lahir generasi Qur’ani berakhlak mulia yang mampu membawa Indonesia menuju bangsa Indonesia yang bermartabat.