Jakarta, 30 Desember 2025 – Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah secara resmi melepas Relawan Tahap 3 dalam rangka aksi kemanusiaan peduli bencana Aceh dan Sumatra, yang dilaksanakan di Kantor Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kelanjutan dalam penanganan dampak bencana di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Acara pelepasan dihadiri oleh Ketua Umum PP Prof. Faisol bin Madhi, Sekretaris Jenderal Halim Bakhabazy, Direktur LAZNAS Hidayat, serta anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) Ustadz Munif Hilabi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Prof. Faisol bin Madhi menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para relawan. Ia menekankan pentingnya menjaga citra lembaga selama bertugas di lapangan, serta menampilkan dakwah yang santun dengan tetap menghormati perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Selain itu, Ketua Umum berharap agar LAZNAS dapat menyiapkan program khusus pascabencana sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang.

“Ada rasa bangga kepada para relawan yang berangkat, namun yang terpenting adalah doa agar seluruh relawan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Prof. Faisol.
Direktur LAZNAS, Hidayat, dalam tanggapannya menjelaskan bahwa hingga saat ini penanganan bencana telah memasuki hari ke-26, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. LAZNAS Al Irsyad telah menjalankan berbagai layanan, antara lain dapur umum dan layanan pengobatan yang didukung oleh dua tenaga perawat.
Secara garis besar, program LAZNAS difokuskan pada pemulihan infrastruktur di dua desa sekitar posko, yakni Desa Matang Tepah dan Desa Upah. Selain itu, LAZNAS juga telah menyelesaikan revitalisasi Poliklinik Desa Seunaboh Dalam dan tengah merencanakan tahap lanjutan berupa rekrutmen dokter lokal guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Saat ini kami juga sedang membangun dua unit rumah contoh berukuran 6 x 4 meter, dengan estimasi biaya sekitar Rp8–10 juta per unit. Rencananya, satu kelompok akan terdiri dari lima unit rumah,” jelas Hidayat.
Ia menambahkan, kebutuhan rumah terdampak bencana di seluruh Aceh diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu unit. Oleh karena itu, setelah masa tanggap darurat berakhir, LAZNAS berharap dapat memasuki tahap rekonstruksi dengan persiapan yang lebih matang dan terstruktur.
Pelepasan Relawan Tahap 3 ini diharapkan dapat memperkuat upaya kemanusiaan di wilayah terdampak bencana serta menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas untuk masyarakat Aceh dan Sumatera.