LAZNAS AL IRSYAD

Pulau Ende, 20 November 2025 Kabar gembira datang dari Dusun Rekko, Desa Renga Menge. Setelah sekian lama mengandalkan air asin untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat akhirnya berhasil mendapatkan sumber air tawar dari pengeboran sumur dengan kedalaman 30 meter dan debit air mencapai 10 liter per 12 detik. Air jernih mulai mengalir tepat di lingkungan Mushola Darul Huda, pusat aktivitas ibadah dan sosial warga.

Sumber air tawar ini menjadi capaian besar bagi masyarakat. Desa Renga Menge selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling sulit mendapatkan air tawar di Pulau Ende. Kondisi geografis yang tandus dan rentan intrusi air laut membuat warga terbiasa mengonsumsi air asin untuk mandi, memasak, bahkan minum.

Kebahagiaan ini seketika terpancar dari warga setempat saat air mulai keluar dari sumur. Bapak Ridwan, mewakili masyarakat Dusun Rekko, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan bahwa keberadaan air tawar di lingkungan mereka bukan hanya kebutuhan, tetapi mimpi besar yang akhirnya benar-benar terwujud.

Program pengadaan air tawar ini turut menggandeng LAZNAS Al Irsyad, yang sejak awal berada di lapangan mendampingi proses pengeboran. Nissa, salah satu anggota tim, mengaku lega sekaligus haru menyaksikan langsung ekspresi kebahagiaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa air yang keluar dari sumur tidak hanya tawar, tetapi juga sangat jernih dan layak dikonsumsi.

Dengan hadirnya sumber air tawar ini, kehidupan masyarakat Dusun Rekko diprediksi akan mengalami perubahan signifikan. Selain mendukung aktivitas ibadah di Mushola Darul Huda, air tersebut juga akan menunjang kebutuhan rumah tangga, aktivitas belajar anak-anak, hingga kesehatan warga secara keseluruhan.

Masyarakat berharap keberadaan sumur air tawar ini menjadi langkah awal dari peningkatan kesejahteraan di Desa Renga Menge dan dapat mengakhiri krisis air yang telah mereka alami selama puluhan tahun.

Protected By
Shield Security