Rafah, Palestina Sabtu, 29 November 2025 Aksi kemanusiaan LAZNAS Al Irsyad kembali berlanjut di Kota Rafah melalui perbaikan sumur dan pemasangan instalasi distribusi air di Kamp Al-Wafa, salah satu wilayah pengungsian terbesar yang menampung sekitar 30.000 jiwa. Langkah strategis ini menjadi penyelamat bagi ribuan keluarga yang tengah menghadapi kesulitan pasokan air akibat kerusakan infrastruktur selama perang.
Kamp Al-Wafa sebelumnya mengalami kondisi kritis: pasokan air utama melemah dan distribusi ke tenda-tenda pengungsian terhenti dalam beberapa hari terakhir. Perbaikan sumur yang dilakukan tim teknis Palestina menggunakan bantuan dari LAZNAS Al Irsyad kini memungkinkan air mengalir kembali dan menjangkau area pengungsian yang padat.

Perwakilan pengurus sumur Kamp Al-Wafa menyampaikan apresiasi langsung atas bantuan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Laznas Al Irsyad atas dukungan berupa perbaikan sumur dan instalasi air. Jumlah pengungsi di sini sekitar 30.000 orang, dan bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ia juga menambahkan “Kamp Al-Wafa sebelumnya menghadapi masalah besar dalam pasokan air. Hasil dari perbaikan sumur dan instalasi air dari LAZNAS Al Irsyad sangat membantu para pengungsi di sini. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya dalam laporan video.
Program ini sebuah upaya dari LAZNAS Al Irsyad yang secara konsisten menyalurkan dukungan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga Palestina. Tidak hanya melakukan perbaikan sumur, bantuan juga mencakup pemasangan jaringan pipa, distribusi air untuk wilayah kritis, hingga pengadaan tandon untuk memperluas jangkauan manfaat.
LAZNAS Al Irsyad menyampaikan bahwa dukungan kemanusiaan tidak akan berhenti selama masyarakat Palestina masih membutuhkan. Bantuan dari para donatur di Indonesia akan terus diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terutama air tetap terpenuhi meski berada dalam kondisi perang.
Dengan mengalirnya kembali air di Kamp Al-Wafa, ribuan pengungsi memperoleh harapan yang tidak hanya menghidupi tubuh, tetapi juga menjaga martabat dan keberlanjutan hidup mereka di tengah keterbatasan yang berat.