Perkumpulan organisasi pengelola zakat (POROZ) , siang tadi menggelar Musyawarah Nasional ke-3 yang mengangkat tema sinergi zakat untuk ketahanan pangan umat. Acara tersebut dihadiri oleh tujuh organisasi masyarakat (ormas) Islam, sejumlah lembaga zakat nasional, dan tokoh-tokoh penting di bidang sosial dan ekonomi. Ketua majlis Sosial Ekonomi PP Al Irsyad Al Islamiyyah dan LAZNAS Al Irsyad turut hadir dalam pembukaan musyawarah nasional POROZ yang bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta. (Selasa, 28 Januari 2025)

Direktur pemberdayaan Zakat dan wakaf, Prof Waryono, membuka Musyawarah nasional POROZ 3 secara resmi dengan pemukulan gong sekaligus launcing program lumbung pangan santri..
Di tempat yang sama, Ustad Fauzi Arfan, Ketua majlis Sosial dan Ekonomi Al Irsyad Al Islamiyyah turut memberikan harapannya agar kolaborasi lintas organisasi terus ditingkatkan. beliau juga menegaskan bahwa kerja sama diantara penggerak zakat akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan umat, “Kolaborasi dengan penggerak zakat dari berbagai ormas mendorong kesejahteraan umat” Ujar Ustadz Fauzi.

Acara ini juga menjadi forum diskusi strategis bagi para peserta untuk membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan zakat di Indonesia, mulai dari penguatan tata kelola, dan kolaborasi lembaga zakat dalam ketahanan pangan untuk umat. Harapannya, Munas ke-3 ini tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret dalam memberdayakan masyarakat kurang mampu melalui dana zakat.
Dengan semangat kebersamaan, Munas ke-3 ini diharapkan mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus pengentasan kemiskinan secara lebih efektif.