LAZNAS AL IRSYAD

Ratusan warga Gaza berkumpul di jalan utama kawasan Khan Younis, Gaza selatan. Mereka berharap bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka, terutama di tengah kondisi kelaparan yang semakin parah akibat terbatasnya akses pangan. Namun, kerumunan itu justru menjadi sasaran tembakan dari tank-tank Israel. (Rabu, 18 Juni 2025) 

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 45 orang syahid dan puluhan lainnya luka-luka, beberapa dalam kondisi kritis. Serangan terjadi saat warga menunggu distribusi bantuan berupa bahan makanan.Warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, kembali menjadi korban di tengah upaya bertahan hidup yang semakin sulit.

Ahmed Fayad, salah satu warga yang berada di lokasi, menyampaikan kesaksiannya. “Kami pergi ke sana untuk mencari bantuan makanan, tapi yang kami temui justru tembakan. Itu bukan tempat bantuan, tapi jebakan,” ujarnya.

Petugas medis Gaza menyebut Rumah Sakit Nasser kewalahan menangani banyaknya korban. Fasilitas kesehatan di Gaza, yang sudah terbatas sejak awal konflik, semakin tertekan dengan gelombang korban yang terus berdatangan. Ruang perawatan tidak lagi mencukupi, sementara pasokan obat-obatan, alat medis, dan bahan bakar untuk listrik semakin menipis. Tenaga medis pun harus bekerja tanpa henti dalam kondisi darurat, sering kali merawat pasien di lorong-lorong rumah sakit atau di atas lantai. Situasi ini mencerminkan betapa rapuhnya sistem layanan kesehatan di Gaza yang terus dihantam krisis berkepanjangan.

Sejak akhir Mei lalu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 300 orang tewas dan 2.600 lainnya luka-luka akibat serangan di sekitar lokasi distribusi bantuan. Serangan-serangan ini tak hanya menambah jumlah korban jiwa, tetapi juga menghambat jalannya distribusi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga sipil. Banyak organisasi kemanusiaan mengalami kesulitan menjangkau wilayah terdampak karena risiko serangan yang tinggi. Serangan pada Senin menjadi catatan kelam terbaru dari krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di wilayah tersebut, memperlihatkan betapa minimnya jaminan perlindungan bagi warga sipil yang ingin bertahan hidup.

Penduduk Palestina masih berjuang di tengah konflik yang tak kunjung berakhir. Doa dan bantuan dari para muhsinin sangat berarti bagi mereka. Mari bersama LAZNAS Al Irsyad salurkan hadiah terbaik bagi saudara kita di Palestina melalui Bank Mega Syariah ( kode bank 506 ) No rekening 2009116900 dan Bank Syariah Indonesia ( kode bank 451 ) No rekening 715 735 7551.

Kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran kepada para muhsinin yang telah menyalurkan zakat dan sedekahnya untuk kami Kelola. Semoga Allah SWT menggantinya dengan rezeki yang berlipat, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Protected By
Shield Security