Sahabat, pernahkah kita merasa bangga dengan apa yang kita miliki? Rumah yang nyaman, kendaraan pribadi, tabungan yang cukup, atau gaji yang terus mengalir setiap bulan? Namun, sudahkah kita merenung bahwa semua itu sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT? (Jum’at, 16 Mei 2025)
Di dalam kehidupan ini, harta seringkali menjadi ukuran keberhasilan. Tapi sebagai hamba Allah, kita perlu menyadari bahwa harta bukan sekadar milik, melainkan amanah. Setiap rupiah yang kita peroleh, akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Hadid ayat 7:“Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Dia (titipkan kepadamu dan) telah menjadikanmu berwenang dalam (penggunaan)-nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang sangat besar.”Dari ayat ini, jelas bahwa harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita. Allah-lah yang menjadikan kita sebagai pengelola harta tersebut, bukan pemilik mutlak. Maka, sebagai pengelola, kita punya kewajiban untuk menggunakan harta dengan cara yang diridhoi oleh-Nya.
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: pertama umurnya, untuk apakah ia habiskan, kedua jasadnya, untuk apakah ia gunakan, ketiga ilmunya, apakah telah ia amalkan, dan keempat hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

Betapa jelas amanah yang melekat pada setiap harta. Dari mana ia didapat, dan untuk apa digunakan semua akan diperiksa dengan detail. Maka jangan sampai harta yang seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, justru menjadi sebab murka-Nya. Harta adalah titipan yang harus dikelola dengan tanggung jawab, disalurkan kepada yang berhak, dan dimanfaatkan untuk kebaikan. Sebab pada akhirnya, bukan jumlah harta yang kita bawa mati, tetapi amal baik yang kita tanam darinya.
Semoga kita senantiasa menyadari bahwa harta bukanlah milik abadi, melainkan amanah sementara yang harus kita jaga, kelola, dan salurkan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Aamiin.