LAZNAS AL IRSYAD

LAZNAS Al Irsyad melaksanakan kunjungan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) desa Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah untuk melakukan silaturahmi sekaligus studi banding program tabungan kurban di desa Batur.  Saat ini desa tersebut tengah menjadi perbincangan karena perolehan hewan kurban yang cukup besar, yakni pada tahun ini mencapai 605 ekor, sedangkan masyarakat yang berkurban berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah (Rabu, 11 Juli 2023). 

Kehadiran tim LAZNAS Al Irsyad disambut hangat oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) desa Batur Bapak Jasim Muhalimi, Setelah perkenalan singkat yang disampaikan oleh tim LAZNAS Al Irsyad dan perwakilan dari PCM Batur, Bapak Ahmad Hidayat selaku ketua pelayanan sosial PCM Batur sekaligus penanggung jawab kurban di dusun Krajan menyampaikan sedikit gambaran tabungan kurban di desa Batur.

Kegiatan kurban ini sudah berjalan sangat lama, sehingga yang sekarang tinggal meneruskan saja warisan yang ditinggalkan oleh orang tua kita dan alhamdulillahnya kesadaran masyarakat Batur akan kurban sangat tinggi, sehingga sejak awal sudah terbangun sistem tabungan kurban. Tabungan kurban biasanya ini sudah ada kelompoknya, dan insyaAllah setiap tahunnya kelompok-kelompok ini akan berkurban.

Uniknya di sini shohibul kurban merupakan masyarakat dari ekonomi menengah ke bawah, mereka dengan penghasilan seharinya Rp.50.000 sampai dengan 70.000 menabung setiap hari sekitar Rp.5000-Rp.10.000 untuk hewan kurban yang setiap kamis pahing akan ditarik oleh salah satu koordinator kelompok.  Setiap tahunnya shohibul kurban cenderung meningkat, dan pendistribusian hewan kurban bisa menyebar hingga keluar dari desa Batur.” 

Dayat melanjutkan pada tahun ini hasil hewan kurban mencapai 9000 untuk dusun Krajan sendiri “Di sini kita dapat 9000 bungkus dan didistribusikan 1.500 bungkus keluar, distribusi ke berbagai daerah seperti Cilacap dan Wonosobo. Bahkan saat gunung Merapi Meletus kita juga mengirimkan daging kurban ke sana.” 

Semangat masyarakat desa Batur untuk berkurban benar adanya, hal ini disampaikan oleh salah satu warga desa Batur bernama Farida, ia merupakan pedagang rujak dan makanan ringan seperti nugget serta makanan ringan lainnya. Farida menyampaikan bahwa berkurban merupakan tradisi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka.

“Kurban di sini itu sudah dari jaman nenek moyang mba, rasanya kalau tidak berkurban itu sedih banget, nyesel banget kalau enggak berkurban. Saya dan suami Bertani untuk berkurban mba, kalo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ya berdagang gini. Pokoknya jangan sampai kita enggak bisa berkurban.” Ujar Farida sedikit sedih ketika  membayangkan dirinya tidak dapat berkurban.

Hal serupa disampaikan pula oleh Arsyad, seorang karyawan swasta sekaligus petani di desa Batur “Bagi kami mba, menjadi sebuah aib ketika mampu membeli barang-barang seperti motor dan kulkas tapi enggak berkurban”. Ujar Arsyad saat ditanya oleh tim LAZNAS Al Irsyad. 

Sahabat LAZNAS Al Irsyad, semangat masyarakat desa Batur untuk berkurban perlu kita contoh, tidak hanya menjadikan kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, masyarakat di sana menjadikan berkurban sebagai tradisi atau budaya yang harus dijaga.

Sahabat, mari kita ikuti semangat masyarakat desa Batur dalam berkurban dengan memilih hewan kurbanmu melalui Rekening Kurban Bank Syariah Indonesia an LAZNAS Al Irsyad 751-777-8887.