Pulau Ende, Sabtu 7 Februari 2026 -Lembaga Amil Zakat Nasional Al Irsyad secara resmi melakukan serah terima sejumlah sumur air tawar yang dibangun di kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Serah terima secara simbolis berlangsung di Masjid Nur Hidayah, Dusun Metinumba, Desa Ndoriwoi, Pulau Ende. Acara ini menjadi tanda sukses sekaligus berakhirnya program pembangunan 24 sumur air tawar di wilayah kabupaten Ende, yang terdiri atas 17 sumur di Pulau Ende dan 7 sumur di Kota Ende.

Pembangunan sumur tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang berlangsung sekitar enam bulan, mulai dari tahap survei, pengukuran, hingga pengerjaan fisik. Program ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses air bersih yang selama ini masih terbatas.
Acara peresmian dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Pulau Ende yakni Bapak Rumen, tokoh masyarakat Bapak Golkar Yusuf, seluruh kepala desa dan takmir masjid se-Pulau Ende, serta masyarakat setempat yang menyambut dengan antusias.
Perwakilan LAZNAS Al Irsyad, Chairun Nissa Rodja, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan sumur air tawar tersebut. Ia menegaskan bahwa realisasi program ini tidak terlepas dari dukungan para muhsinin serta kerja keras tim di lapangan yang menghadapi berbagai tantangan teknis selama proses pengeboran.
“Proses pembangunan sumur ini membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan, dimulai dari survei hingga pembangunan. Tantangan di lapangan cukup besar, termasuk beberapa kali mengalami kegagalan pengeboran sebelum akhirnya air tawar berhasil mengalir. Alhamdulillah, amanah para muhsinin dapat kami tunaikan. Hari ini kami serahkan sumur ini untuk dimanfaatkan, dijaga, dan dirawat bersama agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Nissa dalam sambutannya.
Tokoh masyarakat Pulau Ende, Golkar Yusuf, menyebut kehadiran sumur air tawar sebagai momentum bersejarah bagi warga. Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih dan bergantung pada air hujan atau membeli air dari luar.
“Air tawar adalah kebutuhan yang sudah lama kami dambakan. Selama ini masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Kehadiran sumur ini membawa harapan baru dan sangat berarti bagi kami. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muhsinin dan LAZNAS Al Irsyad,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Rumen selaku perwakilan Kecamatan Pulau Ende. Ia menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan, sehingga pembangunan sumur air tawar ini menjadi solusi nyata bagi persoalan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Air adalah kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup. Masyarakat Pulau Ende telah lama hidup dalam keterbatasan akses air bersih. Kini, dengan adanya sumur air tawar ini, kami memiliki kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami mengapresiasi perjuangan tim dan dukungan para muhsinin,” ujarnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan serah terima simbolis sumur air tawar dari LAZNAS Al Irsyad yang diwakili Chairun Nissa Rodja kepada perwakilan Kecamatan Pulau Ende. Kegiatan tersebut disaksikan oleh para kepala desa, takmir masjid, serta masyarakat yang hadir.
Rangkaian acara juga mencakup uji kelayakan air di salah satu titik sumur, yakni di Masjid As Sani, Desa Redodori. Hasil uji menunjukkan bahwa air yang dihasilkan layak untuk dimanfaatkan, dan masyarakat menyaksikan langsung aliran air tawar dari sumur tersebut.
Dengan rampungnya pembangunan 24 sumur air tawar di wilayah Ende, LAZNAS Al Irsyad berharap fasilitas tersebut dapat dikelola dan dirawat secara bersama-sama oleh masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kegiatan peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas hadirnya sumber air bersih yang telah lama dinantikan warga Pulau Ende.