Kota Rafah, Palestina, kembali menjadi pusat perhatian dunia kemanusiaan. Peperangan yang tak kunjung usai menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, akses pangan, serta fasilitas kesehatan. Dalam kondisi darurat ini, kebutuhan air menjadi isu paling kritis bagi keberlangsungan hidup para pengungsi.
Menanggapi situasi tersebut, LAZNAS Al Irsyad kembali mengirimkan bantuan perbaikan dan rehabilitasi sumur serta instalasi jaringan air bagi warga pengungsi di Rafah. Inisiatif ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air yang layak, kebutuhan vital yang semakin sulit diperoleh akibat kerusakan infrastruktur selama perang berlangsung.

Kegiatan fokus pada Sumur Abuzar Algifari, salah satu sumur yang menjadi sandaran hidup warga Rafah. Saat ini tercatat sekitar kurang lebih 15.000 jiwa mengungsi dan menggantungkan kebutuhan air harian mereka dari sumur tersebut. Kondisi sumur yang terdampak perang membuat pasokan air tidak stabil, sehingga upaya rehabilitasi merupakan kebutuhan mendesak untuk mencegah krisis kesehatan dan sanitasi.
Perbaikan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para pengungsi dan pengelola kamp. Penanggung jawab Sumur Abuzar Algifari menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim LAZNAS Al Irsyad yang terus mendukung aliran air bagi para pengungsi di Rafah, sekaligus berharap program ini dapat terus berlanjut mengingat besarnya kebutuhan air yang harus dipenuhi setiap hari.
Dukungan terhadap Palestina juga terus digelorakan dari Indonesia melalui berbagai program kemanusiaan LAZNAS Al Irsyad. Ustadz Samsul Bahri, perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad, menegaskan kembali komitmen tersebut dengan menyampaikan, “Kami akan terus berada di garis upaya kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Selama Allah izinkan, bantuan ini tidak akan berhenti. Air adalah kehidupan, dan kita akan memastikan kehidupan itu tetap mengalir untuk mereka.”
Upaya rehabilitasi sumur di Rafah menjadi bukti nyata bahwa dukungan dari masyarakat Indonesia memberikan dampak besar bagi ribuan warga Palestina yang sedang menghadapi masa paling sulit dalam hidup mereka. LAZNAS Al Irsyad berharap bahwa kerja-kerja kemanusiaan ini dapat menjadi sumber harapan hingga tiba masanya kedamaian kembali menyelimuti bumi Palestina.